Laboratorium dan Sarana Penyelidikan berada di bawah Tim Kerja Pengembangan Konsep Geosains. Peningkatkan pendayagunaan dan pelayanan jasa laboratorium maupun sarana dalam mendukung penyelidikan di bidang geologi merupakan tujuan pembentukan tim ini. Sektor energi dan sumber daya mineral adalah fokus kerjanya. Tim kerja ini terdiri atas Kegiatan Penyelenggaraan Laboratorium dan Kegiatan Penyelenggaraan Sarana Penyelidikan.

Sebanyak 45 orang personil (ASN) yang terlibat dalam Kegiatan Penyelenggaraan Laboratorium sesuai dengan SK Pengelola Laboratorium Tahun 2026. Sumberdaya manusia pada kegiatan ini berkategori kompeten karena lebih dari 50% dari jumlah personil tersebut telah menyelesaikan program sarjana dan pasca sarjana. Sebagian besar personil ASN di Tim Pengelolaan Laboratorium dan Sarana Penyelidikan merupakan Fungsional Penyelidik Bumi.
Kegiatan Penyelenggaraan Laboratorium yang terbagi dalam enam ruang lingkup pengujian, yaitu Petrologi dan Mineralogi, Geokimia, Geokronologi, Paleontologi, dan Geofisika. Mikroskop, XRD, SEM adalah perangkat utama Lingkup Uji Petrografi dan Mineralogi; sedangkan XRF, AAS, ICP-OES, dan ICP-MS pada Lingkup Geokimia. Lingkup Geokronologi terdiri atas analisis jejak belah dan radiocarbon (C-14). Lingkup Uji Paleontologi terdiri atas analisis moluska, palinologi, foraminifera, ostrakoda, dan nannofossil. Pengujian paleomagnetik menjadi bagian utama Lingkup Uji Geofisika Laboratorium Geokimia organik terdiri atas TOC dan Rock Eval Analyzer. Laboratorium telah memperoleh sertifikat akreditasi pada pengujian AAS dan XRD sebagai bukti tingkat keterpercayaan hasil analisis. Berikut untuk rincian lebih lanjut:
- Laboratorium Petrologi dan Mineralogi
- Laboratorium Petrografi dan Mineragrafi, Laboratorium ini digunakan untuk mengetahui tekstur, struktur, dan komposisi mineral pada batuan.
- Laboratorium XRD (X-Ray Diffraction) berguna untuk mengidentifikasi komposisi mineral pada batuan.
- Laboratorium SEM (Scanning Electron Microscope)-EDS digunakan mengidentifikasi morfologi dan data awal komposisi kimia dari suatu mineral, butiran sedimen atau mikrofosil,
- Laboratorium Paleontologi
- Laboratorium Foraminifera, digunakan untuk mengidentifikasi fosil foraminifera pada batuan sedimen, untuk analisis biostratigrafi maupun paleoenvironment.
- Laboratorium Nanoplankton, berfungsi untuk mendeterminasi mikrofosil batuan sedimen berupa nanoplankton dalam analisis biostratigrafi
- Laboratorium Palinologi, digunakan untuk mengidentifikasi pollen (atau kotak serbuk sari) dan spora dalam analisis biostratigrafi.
- Labiratorium Moluska, berfungsi untuk mengidentifikasi fosil invertebrata khususnya moluska dalam analisis biostratigrafi
- Laboratorium Kimia
- Laboratorium AAS (Atomic Absortion Spectrometer) digunakan untuk mengetahui kandungan unsur logam dalam sampel batuan.
- Laboratorium XRF, X-Ray Fluoresence berfungsi untuk mengetahui kandungan unsur utama dan unsur jejak yang terkandung dalam batuan.
- Laboratorium ICP-OES (Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometry), digunakan untuk mendeteksi elemen kimia dan kadar logam multi-unsur.
- Laboratorium ICP-MS (Inductively Couple Plasma- Mass Spectrometry) digunakan untuk menguji kadar unsur jejak , unsur tanah jarang dan isotop unsur stabil dan tak stabil
- Laboratorium Geokronologi
- Radiocarbon Dating, digunakan untuk Menentukan umur batuan berdasarkan kandungan C-14 terutama untuk batuan berumur Kuarter.
- Laboratorium Fission Track, digunakan untuk Menentukan Umur batuan berdasarkan jejak peluruhan uranium pada mineral Apatit dan Zirkon.
- Fisika Batuan
- Paleomagnet, Laboratorium ini digunakan untuk mengidentifikasi rekaman medan magnet bumi yang ada pada batuan
- Dengan beberapa instrument seperti: Magnetic susceptibilty, yang digunakan untuk menentukan kerentanan magnet dalam suatu sampel batuan dan Sonic wave velocity yang digunakan untuk mengetahui kecepatan rambat gelombang seismik dalam batuan.
6. Laboratorium Geokimia Organik
- TOC, digunakan untuk mengukur jumlah kandungan karbon organik total di dalam suatu sampel.
- Rock Eval, digunakan untuk menilai potensi batuan induk (source rock) dalam menghasilkan hidrokarbon (minyak dan gas bumi).
Sebanyak 22 orang personil (ASN) yang terlibat dalam Kegiatan Penyelenggaraan Sarana Penyelidikan sesuai dengan SK yang berlaku. Terdapat 152 unit peralatan geofisika dan 99 unit peralatan penunjang dimiliki oleh Kegiatan Penyelenggaraan Sarana Penyelidikan. Magnetometer, gradiometer, gravimeter (manual dan otomatis), geolistrik, magnetotelurik, Ground Penetrating Radar (GPR) dan seismometer (aktif dan pasif) adalah ragam perangkat utama. Perangkat penunjang terdiri atas GPS, alat ukur tanah, alat ukur ketinggian, dan alat bor (mesin dan manual). Peremajaan memang dibutuhkan karena hampir setengah perangkat utama dan perangkat pendukung diperoleh ≥20 tahun yang lalu
Penerima manfaat dari ketersedian laboratorium dan perangkat uji adalah pihak internal Pusat Survei Geologi maupun pihak eksternal dari prefesional mandiri, swasta, dan kampus. Kami mendukung kegiatan lapangan maupun deskwork internal PSG. Selain itu, kami mendukung para pegawai yang memerlukan pengujian dalam penyelesaian tugas belajarnya. Pemanfaatan jasa laboratorium dan sarana penyelidikan oleh pihak eksternal dikenakan biaya sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2025, PP ini mengatur mengenai Jenis dan Tarif PNBP.
Laboratorium terus melakukan inovasi dan pembenahan. Lebih dari 15 (lima belas) jenis bahan standar internal (in-house reference material) dari beragam matriks telah diproduksi sebagai pendamping certified reference material (CRM) yang mahal dan bermatriks terbatas. Ketersedian bahan tersebut telah menghemat anggara dan dapat lebih sesuai penggunaanya terkait jenis sampel. Laboratorium aktif melakukan uji profisiensi dengan laboratorium tersertifikasi nasional lain untuk menjaga akurasi data. Laboratorium Pusat Survei Geologi telah menerapkan sistem manajemen mutu SNI ISO/IEC 17025:2017 dalam pengelolaannya. Sarana penyelidikan terus mengkalibrasi perangkatnya secara berkala agar hasil akuisisi data akurat. Kalibrasi dikerjakan mandiri maupun bekerjasama dengan pihak kampus sebagai wadah transfer informasi dan keahlian. Beragam jenis atlas terkait kebencanaan dan pengaturan tata ruang juga telah dihasilkan melalui kinerja dari Kegiatan Sarana Penyelidikan.
Bagi yang ingin menguji sampel bisa menghubungi :
Whatsapp : 082130526984
Atau bisa mengirim email ke : laboratorium_psg@esdm.go.id
dan datang langsung di alamat Jl. Dr. Djunjunan No.236, Husein Sastranegara, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40174
Link tracking progress sampel (khusus untuk pelanggan yang telah memiliki nomor agenda pengujian) : https://bit.ly/TrackProgressLabPSG
