Pada hari ini, Jumat, 17 April 2026, bertempat di Hotel Padma Bali, telah berlangsung kegiatan Asia Pacific Offshore Exploration (APEX) Symposium yang mengusung tema “Unlocking the Depths of Asia Pacific Energy Frontiers,” sebuah forum bergengsi yang mempertemukan para pemangku kepentingan sektor energi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk membahas potensi, tantangan, serta inovasi dalam eksplorasi sumber daya lepas pantai di tengah dinamika transisi energi global yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut, Kepala Pusat Survei Geologi, Edy Slameto, menyampaikan materi bertajuk “Indonesia Upstream Oil and Gas Opportunities,” yang menyoroti berbagai peluang strategis di sektor hulu migas Indonesia, termasuk potensi cekungan yang belum tergarap secara optimal, dukungan kebijakan pemerintah, serta pentingnya penerapan teknologi mutakhir guna meningkatkan efisiensi dan keberhasilan kegiatan eksplorasi di wilayah perairan dalam dan frontier.
Sementara itu, pada sesi kedua yang berlangsung di ruang Stream 2 Hibiscus, Dzul Fadli dari Tim Kerja RWK Migas memaparkan presentasi berjudul “New Play Concepts for Hydrocarbon Exploration in Muara Sub-Basin, Tarakan Basin, Indonesia,” yang mengulas konsep eksplorasi baru berbasis pendekatan geologi dan geofisika terkini, sekaligus menekankan potensi signifikan Muara Sub-Basin sebagai salah satu area prospektif dalam mendukung keberlanjutan produksi hidrokarbon nasional di masa mendatang.
Cekungan Tarakan terdiri atas empat subcekungan, yaitu Subcekungan Tarakan, Tidung, Berau, dan Muara, yang secara administratif berada di wilayah Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Dari keempat subcekungan tersebut, Subcekungan Muara merupakan satu-satunya area yang hingga saat ini belum mencatat penemuan hidrokarbon yang ekonomis. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar, mengingat penemuan hidrokarbon telah terbukti di Subcekungan Tarakan, Tidung, dan Berau yang secara regional berada dalam satu sistem petroleum yang sama di Cekungan Tarakan. Keberadaan oil show dan gas show pada beberapa sumur pemboran di Subcekungan Muara menunjukkan bahwa sistem petroleum di area ini telah aktif.
Hasil analisis menunjukkan tujuh konsep baru untuk eksplorasi hidrokarbon pada Subcekungan Muara, Cekungan Tarakan, Indonesia, yaitu: (1) Early Miocene Taballar Formation (Stratigraphic Trap) Play, (2) Early Miocene Taballar and Domaring Formation (Stratigraphic Trap) Play, (3) Early Miocene Taballar Formation (Hydrodynamic Trap) Play, (4) Biogenic Gas Play (Deltaic, Prograding Turbidite, and Overpressure Trap), (5) Submarine System of Birang Formation Play, (6) Oligocene–Early Miocene Reefal Carbonate Play, dan (7) Sembakung Sandstone Play.
Hasil perhitungan sumber daya pada ketujuh play baru tersebut menunjukkan estimasi total sumber daya unrisked recoverable P50, dengan rincian untuk kasus minyak mencapai 2.613,2 MMBO dan untuk kasus gas mencapai 5,06 TCF.

