Survei geofisika terpadu metode gravity dan magnetik dalam Eksplorasi Hidrogen Alami, Ampana, Sulawesi Tengah

Ampana, Sulawesi Tengah – Sebagai bagian dari upaya mendukung program Net Zero Emission (NZE), sebuah survei geofisika terpadu menggunakan metode gravity dan magnetik sedang dilaksanakan di Kabupaten Tojo Una Una dan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kegiatan yang dimulai pada 19 Mei 2024 dan akan berlangsung hingga 15 Juni 2024 ini bertujuan untuk mendelineasi keberadaan batuan ultrabasa dan struktur patahan yang berasosiasi dengan sistem hidrogen alami bawah permukaan sebagai potensi sumber energi bersih di masa depan.

Metode survei yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ekuipotensial terintegrasi, yang terdiri dari metode gravity dan magnetik. Survei dilakukan di kawasan manifestasi hidrogen di Tanjung Api dan sekitarnya. Data yang diperoleh dari kedua metode tersebut akan dimodelkan dengan skema joint modelling untuk menghasilkan model geologi bawah permukaan yang representatif, guna memahami proses pembentukan hidrogen alami di bawah permukaan.

Kegiatan ini melibatkan para ahli dan teknisi geofisika dari Pusat Survei Geologi yang tergabung dalam tim kerja pengembangan geosains. Selama 28 hari pelaksanaan survei, diharapkan dapat dihasilkan output yang memberikan gambaran bawah permukaan dari komponen sistem hidrogen alami, seperti:

  1. Ketersebaran batuan ultrabasa di bawah permukaan.
  2. Ketersebaran struktur patahan yang kemungkinan berasosiasi dengan zona serpentinisasi.

Diharapkan dengan adanya survei ini, Indonesia dapat memiliki sumber energi alternatif yang bersih dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan program NZE untuk mencapai emisi nol bersih di masa depan.


Posted

in

by