{"id":1236,"date":"2024-07-12T16:32:10","date_gmt":"2024-07-12T09:32:10","guid":{"rendered":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/?p=1236"},"modified":"2024-07-22T16:33:37","modified_gmt":"2024-07-22T09:33:37","slug":"looking-into-the-earth-indikasi-patahan-bawah-permukaan-di-balik-munculnya-rembesan-gas-hidrogen-alami-di-ampana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/archives\/looking-into-the-earth-indikasi-patahan-bawah-permukaan-di-balik-munculnya-rembesan-gas-hidrogen-alami-di-ampana\/","title":{"rendered":"Looking Into The Earth: Indikasi Patahan Bawah Permukaan Di Balik Munculnya Rembesan Gas Hidrogen Alami Di Ampana"},"content":{"rendered":"\n<p>Pusat Survei Geologi mengkonfirmasi adanya potensi gas hidrogen di Ampana. Selain itu, studi geofika mengindikasikan adanya struktur patahan bawah permukaan di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Kementerian ESDM berkomitmen untuk mencapai&nbsp;<em>Net Zero Emission&nbsp;<\/em>(NZE) setidaknya tahun 2060. Oleh sebab itu, perlu pengembangan energi bersih sebagai alternatif bahan bakar fosil. Terkini, Indonesia diketahui memiliki potensi gas hidrogen alami sebagai energi bersih terkait manifestasi semburan gas yang mudah terbakar di Sulawesi. Pusat Survei Geologi melaksanakan studi berbasis geologi dan geofisika ke wilayah Ampana, Provinsi Sulawesi Tengah, untuk mendalami potensi tersebut sejak tahun 2023.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, terdapat dua syarat terbentuknya deposit gas hidrogen alami, yaitu proses&nbsp;<em>serpentinisasi<\/em>&nbsp;dan dukungan struktur bawah permukaan.&nbsp;<em>Serpentinisasi&nbsp;<\/em>adalah proses reaksi kimiawi antara batuan ultramafik dan air sehingga menghasilkan serpentin dan gas hidrogen, seperti pada reaksi di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p><em><br>6(Mg, Fe)2SiO4 + 7H2O = 3(Mg, Fe)3Si2O5(OH)4 + Fe3O4+ H2<br><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Struktur bawah permukaan berupa sesar merupakan zona&nbsp;<em>recharge<\/em>&nbsp;bagi air. Batuan ultramafik bereaksi dengan air terutama pada sekitar rekahan di bawah permukaan. Hamparan batuan ultramafik yang sangat luas di Sulawesi memungkinkan terjadinya proses serpentinisasi. Dukungan struktur bawah permukaan dapat mengafirmasi potensi gas hidrogen alami sebagai sumber energi bersih terbarukan yang menjanjikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode geofisika darat berupa metode&nbsp;<em>gravity<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>magnetic<\/em>&nbsp;diaplikasikan di kawasan Ampana untuk mendelineasi keberadaan struktur patahan dan batuan ultramafik bawah permukaan. Data pengukuran diambil dari 184 stasiun&nbsp;<em>gravity<\/em>&nbsp;dan 202 stasiun&nbsp;<em>magnetic<\/em>&nbsp;dengan spasi rata-rata sekitar 1 \u2013 1.5 km antar stasiun pengukuran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Batuan ultramafik pada data&nbsp;<em>gravity<\/em>&nbsp;ditunjukkan oleh puncak anomali tinggi (&gt;2.8 g\/cc).<a href=\"https:\/\/geologi.esdm.go.id\/media-center\/looking-into-the-earth-indikasi-patahan-bawah-permukaan-di-balik-munculnya-rembesan-gas-hidrogen-alami-di-ampana#_msocom_1\">[P1]<\/a>&nbsp;<a href=\"https:\/\/geologi.esdm.go.id\/media-center\/looking-into-the-earth-indikasi-patahan-bawah-permukaan-di-balik-munculnya-rembesan-gas-hidrogen-alami-di-ampana#_msocom_2\">[B2]<\/a>&nbsp; Penampang&nbsp;<em>gravity<\/em>&nbsp;pada lintasan yang sama dibuat untuk mendalami lebih jauh mengenai struktur tersebut.&nbsp;<em>Basement modelling<\/em>&nbsp;yang ditunjukkan pada Gambar 2 menunjukkan konfigurasi yang&nbsp;<em>comparable&nbsp;<\/em>antara model berdasarkan data&nbsp;<em>gravity<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>magnetic<\/em>. Berdasarkan kedua model data tersebut maka dapat disimpulkan mengenai keterdapatan dari&nbsp;<em>top<\/em>&nbsp;batuan ultramafik bawah permukaan di sepanjang lintasan A \u2013 A\u2019 pada sekitar kedalaman 400m \u2013 1500m.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbandingan antara anomali&nbsp;<em>gravity<\/em>&nbsp;dan anomali&nbsp;<em>Reduced To Pole<\/em>&nbsp;(RTP)&nbsp;<em>magnetic<\/em>&nbsp;menunjukkan adanya pola kontras anomali berupa struktur sesar geser mengiri berarah relatif barat laut \u2013 tenggara. Pola yang telihat sebagai fitur utama pada anomali&nbsp;<em>gravity<\/em>&nbsp;maupun&nbsp;<em>magnetic<\/em>&nbsp;di sekitar Kota Ampana ini belum pernah terpetakan, Pola ini merupakan salah satu pola struktur darat terdekat dengan kawasan rembesan gas hidrogen alami di Tanjung Api, Ampana. Struktur patahan tersebut terindikasi sebagai sesar aktif karena USGS mendata adanya sebaran riwayat gempabumi yang pernah terjadi di kawasan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dua buah penampang dibuat berdasarkan kelurusan dari peta anomali residual untuk mempelajari geometri bawah permukaan. Rembesan gas hidrogen alami ditemukan di bagian utara penampang vertikal A \u2013 A\u2019 (Gambar 4). Struktur patahan pada penjelasan sebelumnya kemungkinan memiliki peran dalam munculnya rembesan tersebut di permukaan. Penampang B \u2013 B\u2019 (Gambar 4) merupakan lintasan yang memotong anomali rendah di sebelah barat daya dari sesar bawah permukaan dan anomali tinggi Tanjung Api di bagian timur lautnya. Anomali rendah yang terdeteksi kemungkinan merupakan representasi dari&nbsp;<em>basement deep&nbsp;<\/em>(dasar terdalam). Keberadaan&nbsp;<em>basement&nbsp;<\/em>tersebut memungkinkan unduk diisi oleh satuan sedimen yang lebih muda.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Hidayat<\/p>\n\n\n\n<p>Penyunting&nbsp; &nbsp; &nbsp; : Tim&nbsp;<em>Scientific Board<\/em>&nbsp;PSG<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pusat Survei Geologi mengkonfirmasi adanya potensi gas hidrogen di Ampana. Selain itu, studi geofika mengindikasikan adanya struktur patahan bawah permukaan di sana. Kementerian ESDM berkomitmen untuk mencapai&nbsp;Net Zero Emission&nbsp;(NZE) setidaknya tahun 2060. Oleh sebab itu, perlu pengembangan energi bersih sebagai alternatif bahan bakar fosil. Terkini, Indonesia diketahui memiliki potensi gas hidrogen alami sebagai energi bersih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1237,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[6],"tags":[77,80,41],"class_list":["post-1236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-geologi","tag-geologiindonesia","tag-pusat-survei-geologi"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/psg.geologi.esdm.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Add-a-little-bit-of-body-text.jpg?fit=800%2C600&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1238,"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1236\/revisions\/1238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psg.geologi.esdm.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}